Awas Flu Babi

Jumlah penderita Influenza A (H1N1) di Indonesia relatif lebih sedikit ketimbang di negara-negara tetangga seperti Australia dan Singapura. Publik juga diminta jangan terlalu risau atas warga Indonesia yang berisiko tertular di negara-negara yang tengah dilanda wabah penyakit mematikan itu.

Demikian kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Hassan Wirajuda. “Sebetulnya, yang penting bagi kita adalah data dan informasi warga kita yang terkena flu babi di Indonesia,” kata Wirajuda usai menerima kunjungan Menlu Selandia Baru, Murray McCully, di Jakarta, Kamis 25 Juni 2009.

“Kalau di luar negeri kan sekarang dari bagian proses migrasi, lalu lintas orang yang begitu bebas, jadi mengapa sih kita harus menghitung warga kita yang terkena flu babi padahal mereka memang menetap di sana,” kata Wirajuda.

Dia mengakui ada warga Indonesia di Amerika Serikat yang terkena flu babi. Namun, yang harus diperhatikan saat ini adalah berupaya meredam penularan flu babi di Indonesia.

“Saya juga tahu di Amerika ada juga warga kita yang kena. Namun yang penting adalah warga kita atau orang asing yang dari luar memasuki Indonesia dan terkena flu babi,” kata Wirajuda.

Dia mengajak masyarakat untuk bersyukur bahwa saat ini jumlah kasus flu babi di Indonesia lebih rendah dari negara-negara tetangga, seperti Australia dan Singapura.

“Yang kita patut syukuri sejauh ini, di tengah jumlah penderita flu babi di Australia yang lebih dari dua ribu orang, di Singapura yang juga terus meningkat, alhamdullilah di Indonesia sedikit. Itu pun warga asing yang kebetulan berada di Indonesia,” kata Wirajuda.

Menurut dia, warga Indonesia yang tengah berdomisili di negara-negara yang tengah bermasalah dengan wabah flu babi mendapat jaminan perawatan dari pemerintah setempat. “Kalau mereka menetap di Australia, ya silakan pihak kesehatan mereka yang mengurusi. Di Singapura juga ada warga negara kita yang pulang dari Australia dan dia menetap di Singapura, dan dia diurusi oleh departemen kesehatan Singapura,” kata Wirajuda.

Dia pun berpesan kepada warga Indonesia yang kondisinya sedang tidak baik agar tidak pulang dulu hingga kesehatan mereka pulih.

Sementara itu, Departemen Kesehatan mencatat lima WNI di luar negeri positif terjangkit flu babi. Tiga orang di antaranya berdomisili di Singapura dan seorang lainnya berdomisili di Australia, dan satu orang diketahui sebagai pegawai Departemen Kesehatan.

Bahkan, dua staf Departemen Kesehatan yang diundang China untuk belajar penanganan virus H1N1, diduga ikut tertular. Departemen Kesehatan belum mengizinkan keduanya untuk kembali ke Tanah Air.

Pasien positif flu babi yang dirawat di Indonesia adalah, Bobie Masoner (22). Perempuan asal Inggris  yang sudah bertahun-tahun tinggal di Australia ini tiba di Bali pada 19 Juni 2009 lalu. Saat tiba, suhu badannya sempat lolos dari scanner di Bandara Ngurah Rai, Denpasar karena ia sempat menenggak obat antipanas.

Selain Bobie, RS Sanglah juga merawat satu pasien warga Australia yang suspect flu babi. George Coltman (12) yang merupakan warga Victoria, Australia dirawat sejak Selasa 23 Juni 2009.

Selain Bobie, pasien positif flu babi yang dirawat di Indonesia adalan seorang WNI berinisial WA, 37 tahun. Pria yang berprofesi sebagai pilot itu mendapat perawatan intensif di ruang isolasi Rumah Sakit Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso sejak 19 Juni.

source by vivanews.com

One Response

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: