Menggali Sebuah Impian

impian

Membangun Impian (Dream Building)

Tujuan Hidup (Purpose of Life)

Kebangkitan seseorang berawal dari pemikirannya terhadap makna kehidupan yang dijalaninya, hubungannya dengan alam semesta dan kehidupan sebelum dan sesudah kehidupan dunia ini. Pemikiran akan membentuk pemahaman terhadap segala sesuatu serta yang memperkuatnya. Selain itu, seseorang akan selalu mengatur tingkah lakunya di dalam kehidupan ini sesuai dengan pemahamannya tersebut. Sebagai contoh, pemahaman seseorang terhadap orang yang dicintainya akan membentuk perilaku istimewa terhadap orang tersebut, yang jelas berlawanan terhadap orang lain yang dibencinya. Contoh lain, seseorang yang tidak mempunyai pemahaman yang jelas mengenai visi karirnya, dia tidak akan berusaha untuk mencapai visi karir tersebut. Dia tidak akan melakukan persiapan-persiapan yang diperlukan. Bagi mereka memikirkan secara mendalam, visi, misi dan strategi meniti karir merupakan beban dan membuang-buang waktu saja, dan bukan merupakan tantangan yang harus dijawab. Hal ini tentu berbeda dengan orang yang mempunyai pemahaman akan pentingnya visi karir, maka dia akan senantiasa berusaha menggapai visi karir tersebut. Orang bijak sering mengatakan bahwa :

Everything Start from your mind’”

Unsur-unsur pembentuk pemahaman adalah :

Fakta

Informasi sebelumnya

Otak (akal)

Fakta-fakta yang diterima oleh panca indra kita akan masuk ke dalam otak yang didalamnya telah tersimpan informasi-informasi sebelumnya. Otak/akal inilah yang kemudian menghubungkan antara kenyataan yang ada dengan informasi-informasi sebelumnya. Inilah kemudian yang mendorong orang tersebut melakukan sesuatu. Oleh karena itu, untuk memperkuat pemahaman maka diperlukan (i) upaya mendalam dan terus menerus megetahui fakta. Hal ini dapat dilakukan berdasarkan pengalaman dan percobaan-percobaan yang kita lakukan. (ii) Menambah informasi yang kita terima yang menjadi perbendaharaan informasi dalam otak kita.

Pikiran merupakan rahmat terbesar yang diberikan Tuhan kepada manusia yang membedakannya dengan makhluk lainnya. Manusia dapat menjadi apapun seperti yang mereka pikirkan, pikiran jugalah yang mampu membuat manusia menjadi co-creator —pendamping Tuhan dalam mencipta sesuatu di dunia ini.

Segala imajinasi, khayalan, impian yang ingin dicapai dan segala sesuatu yang ada dalam pikiran merupakan awal pembentukan ujud utuh seorang manusia. Seseorang yang dalam pikirannya hanya ingin menjadi orang biasa, jadilah mereka orang biasa. Berbeda halnya dengan orang yang memiliki keinginan untuk menjadi besar dan berhasil, mereka lebih termotivasi dalam hidup untuk mencapai impiannya dan tak heran mereka siap bekerja keras sampai berhasil menggapainya.


Temukan Tujuan Hidup Anda !

1. Kebebasan untuk memilih

Sasaran yang jelas tentang apa yang Anda inginkan dan mengapa Anda menginginkannya akan membangun momentum yang Anda perlukan dalam berkarir, kesehatan, keuangan dan hubungan Anda

2. Kekuatan Fokus

Anda harus focus dan meluangkan sebagian besar waktu dan upaya Anda untuk hal-hal yang dapat membantu Anda mencapai sasaran dan impian yang anda inginkan dan hal-hal yang Anda anggap penting dalam hidup ini

animationbook2

Kejelasan tujuan hidup akan memberikan :

(i) Dorongan (Motivasi) Pada Seseorang Untuk Berbuat Untuk Mencapai Tujuan. Semakin jelas kita menetapkan tujuan dari tindakan-tindakan kita, kita akan semakin mempunyai energi untuk menggerakkan diri menuju tujuan tersebut. Motivasi turut andil dalam memberikan energi dalam tubuh sehingga tidak heran mereka yang senantiasa termotivasi terkesan memiliki energi lebih banyak dari orang-orang biasanya. Bayangkan saja ada orang yang bisa hidup dengan tidur rata-rata selama tiga jam saja dalam hidupnya. Contoh lain, ada orang yang mampu dan rela bangun dini hari sementara yang lain masih terlelap dalam tidurnya. Dia dengan khusuk (penuh konsentrasi) belajar atau bahkan beribadah kepada Tuhannya. Motivasi yang besar dalam diri manusia membuat badan dan pikiran senantiasa dalam keadaan bugar. Mereka tidak merasa lelah walaupun bekerja dalam waktu yang lama. Setahap demi setahap mereka bekerja sampai impian mereka sampai tercapai.

(ii) Arah (Guideline) Dalam Perjalanan Hidup Kita. Terkadang kita merasa kehilangan arah, hampa tidak tahu apa yang harus dikerjakan. Persoalan sekarang adalah seringkali kita melakukan tindakan secara reaktif. Artinya kita bertindak terlebih dahulu baru kemudian menetapkan tujuan. Pada umumnya orang tidak pernah tahu betapa pentingnya menetapkan tujuan hidup, mereka tidak pernah diajarkan dari kecil untuk berusaha mencari dan menetapkan tujuan hidup. Orang yang tidak memiliki tujuan hidup bagai orang berjalan dalam terowongan gelap yang tidak memiliki penerangan, saat ada lubang dia akan jatuh, saat ada batu di depannya akan ia tabrak juga, ia tidak bisa menghindari halangan di depannya dan yang terpenting ia tidak tahu akan berjalan ke mana. Bahkan dia tidak tahu bahwa didepannya terdapat jurang yang kalau dia berjalan terus akan terjerembab kedalamnya dan binasalah dia disana. Memang sulit sekali menetapkan tujuan hidup, bahkan ada orang yang sudah 45 tahun baru menemukan tujuan hidup yang sebenarnya.Tidak masalah berapa kali kita mengubah tujuan hidup, yang terpenting adalah setiap saat kita mempunyai tujuan hidup yang ingin dicapai. Setidaknya kita tahu ke mana akan berjalan.

(iii) Membentuk Sikap Pantang Menyerah. Pada saat seseorang dihadapkan pada tantangan, hambatan, masalah, ada sebagian orang yang menyerah kalah dan bahkan mundur dari persoalan yang dihadapinya. Adakalanya kita menginginkan sesuatu secara instant, kalau bisa kita bisa kaya dengan harta orang tua kenapa harus repot bekerja. Tetapi tidak demikian bagi orang-orang yang mempunyai tujuan yang jelas. Dia akan senantiasa berusaha mengatasi permasalahan yang dihadapinya dan senantiasa bersabar menanti setiap kesuksesan sekecil apapun. Ada rasa optimis dalam dirinya bahwa suatu saat permasalahan tersebut akan berlalu dan berganti dengan sesuatu yang diinginkannya. Saat menghadapi kegagalan, mereka malah termotivasi untuk memperbaiki diri, berkembang dan tidak menyerah pada keadaan. Mereka percaya adanya harapan untuk menjadi lebih baik. Kepercayaan ini memberikan energi yang sangat besar dalam hidup untuk mencoba dan mencoba lagi sampai berhasil. Thomas Alva Edison membutuhkan 5.000 kali percobaan dalam usahanya menemukan lampu bohlam. Ia tidak berhenti dalam usahanya sampai berhasil.

Orang-orang yang tidak memiliki misi, visi, dan impian dalam hidup sering bersembunyi di belakang kata ”nasib”. Kalimat yang sering mereka ucapkan dan yang menurut saya merupakan kalimat yang paling merusak manusia: ”Kemana nasib mengantar saya, ke situlah saya akan melangkah”. Mereka benar-benar berpikir mereka pasti akan menjadi seseorang seperti yang telah ditentukan oleh nasib. Bayangkan betapa merusaknya kalimat ini. Padahal fakta yang sebenarnya adalah seseorang akan menjadi seperti apa yang mereka bentuk.

Ada satu kisah di jaman dulu. Ada seorang guru menyuruh muridnya untuk memecahkan batu dengan kapaknya. Murid tersebut dengan sukacita menuruti permintaan gurunya. Pukulan demi pukulan dia coba lakukan, sampai hitungan 100, 150 dan 200 batu itu tidak pecah juga. Keputusasaan mulai menghinggapi dirinya dan pada hitungan ke 200 tersebut dia menyerah dan meminta bantuan gurunya. Gurunya kemudian mengambil alih dan hanya pada hitungan kedua saja batu itu telah pecah. Muridnya sangat kagum, dia percaya pada kesaktian gurunya. Tapi sang guru kemudian berkata bahwa itu bukan karena kesaktiannya. Kalau saja sang Murid melanjutkan dua kali pukulan lagi maka dia pun akan berhasil memecahkan batu tersebut

Hal yang perlu Anda lakukan :

    • Bayangkan hasil akhir dari tindakan Anda
    • Berfikirlah bahwa Anda mampu
    • Analisis kekuatan dan kelemahan

There is nothing impossible!

believe it..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: