Tanamkan Entrepreneurship dalam jiwa Pendidikan!

man-success-sign

Bersekolah dari SD sampai SMA, trus dilanjutkan dengan kuliah demi gelar sarjana sehingga bekerja untuk orang lain ternyata belum cukup, lho, untuk membangun bangsa Indonesia menjadi lebih baik! Tamat pendidikan itu mutlak, tapi menciptakan lapangan pekerjaan juga penting. Kenapa? Bayangin aja, pengangguran di Indonesia berjumlah sekitar 11 juta orang, atau sekitar 11% dari jumlah total tenaga kerja yang aktif maupun yang masih nganggur. Jumlah anak-anak bangsa yang nganggur tersebut didominasi oleh lulusan-lulusan SD, SLTP, dan SLTA. Hal ini terjadi karena lapangan pekerjaan yang diciptakan terlalu sedikit. Coba bayangin, hanya sekitar 0,5% penduduk Indonesia yang berani bekerja sebagai wirausahawan yang menciptakan lapangan kerja, sedangkan sisanya memiliki mental pegawai. Penanaman mengenai enterpreunership nggak harus dilakukan di tingkat universitas. Anak didik di sekolah kejuruan, diploma, bahkan anak SD sekalipun, harus diberikan pengertian sedikit-sedikit mengenai pentingnya enterpreunership. Sudah terkenal dari dulu, bila anak-anak TK atau SD ditanya, “Cita-citanya apa?” Mereka spontan menjawab, “Dokter!” “Pilot!” Tapi nggak satupun yang menjawab “Pengusaha!”. Mungkin sudah waktunya untuk mengubah pola pikir seperti itu. Kenapa perlu melakukan enterpreuneurship? Mengutip kata Jusuf Kalla, “Tidak ada negara yang maju tanpa enterpreuneurship.”. Di dunia sekarang ini, tingkat persaingan semakin tinggi, maka yang tidak berani berdiri sendiri pasti akan tenggelam. Kalau entrepreunership ditanamkan di dalam pendidikan, orang-orang yang mengenyam pendidikan pasti akan mencetak inovasi-inovasi baru, sehingga bangsa akan cerdas, dan ekonomi pun terangkat! Jusuf Kalla juga mendukung program ‘three-in-one’, yaitu program yang menyelaraskan pendidikan dengan program pasar, yang meliputi pelatihan bersama, sertifikasi, dan penempatan yang telah disepakati oleh Kadin. Program ini dinilai sangat penting untuk mengembangkan profesionalisme anak-anak didik, karena sambil belajar, mereka juga mendapatkan pengetahuan, seperti apa sih kerja di dunia nyata itu? Yang terpenting, program ini bertujuan menghasilkan tenaga terampil yang kreatif dan berorientasi pada penciptaan lapangan kerja, bukan pencari kerja. Salah satu contoh tokoh yang sukses adalah Ibu Winny Hasan, seorang direktur utama Bank DKI. Beliau hanya memiliki pendidikan formal SMA, namun ia gigih belajar dan mengikuti kursus nonformal berupa pendidikan kejuruan / keahlian perbankan yang ada di luar maupun dalam negeri. Hebat! Satu hal yang juga terkadang menjadi salah kaprah dalam mengambil jalur pendidikan adalah pandangan bahwa masuk SLTA atau universitas lebih bergengsi daripada masuk SMK. Harapan bahwa dengan masuk universitas, pemuda akan mengenyam pendidikan yang baik dan suatu hari dapat mencapai kedudukan tinggi sama sekali nggak salah, hanya saja, sebaiknya disesuaikan dengan minat dan kemampuan ekonomi. Kamu pasti juga tahu, masuk universitas dan meraih gelar sarjana biayanya jauh lebih mahal daripada biaya untuk mengambil sekolah kejuruan. Kalau kemampuannya pas-pasan, nantinya malah terpaksa drop-out? Ujung-ujungnya, korban drop-out jadi menderita karena mereka tidak punya keahlian yang dapat diandalkan, atau tidak cukup ilmu untuk menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Jadi, pandangan-pandangan bahwa sarjana dan lulusan sekolah kejuruan memiliki gengsi yang berbeda sama sekali salah. Tapi, apapun jalur pendidikannya, yang menentukan adalah kesuksesan pemuda bangsa dalam menghadapi dunia kerja: menjadi pekerja atau berani menciptakan lapangan kerja. Jadi, mau pilih yang mana?

Post by sahabatmuda.com

One Response

  1. hidup Entrepreneurship indonesia………………….._

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: